Yogurt “si Asam” dengan 1001 khasiat

yogurt

Makanan fermentasi susu atau yogurt biasanya telah memasukkan kultur bakteri baik yang disebut probiotik. Penelitian menunjukkan, probiotik bermanfaat bagi sistem pencernaan sekaligus mencegah dan mengatasi berbagai penyakit.

Serangkaian penelitian mengenai yogurt telah membuktikan makanan ini membantu melawan bakteri buruk dan meningkatkan kesehatan usus. Yogurt juga mampu memperpanjang usia usus, mengobati penyakit diabetes tipe-1 dan fibromyalgia.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, para ahli memanfaatkan yogurt untuk mencegah keropos gigi, sakit tenggorokan, semprotan hidung mengandung probiotik, serta deodoran untuk mencegah bau badan.

Dalam bukunya, ‘Good Gut Bugs’, Ahli gizi terkemuka Kathryn Marsden membeberkan manfaat yogurt bagi kesehatan.

Kesimpulan ini disampaikan peneliti dari Universitas Tennessee Michael Zemel, PhD yang meneliti sekitar 34 obesitas pada program diet rendah kalori. 16 dari mereka mengkonsumsi pill yang mengandung 400 hingga 500 mg kalsium per hari. 18 orang lainnnya mengkonsumsi kalsium tinggi diantaranya yogurt yang mengandung 1100 mg kalsium per hari.

Setelah 12 minggu penelitian ditemukan lemak perut mereka menyusut. Perbandingan dari kedua kelompok, yaitu kelompok pertama kehilangan kurang dari enam pound dan kelompok kedua yang mengkonsumsi yogurt hilang sebanyak 10 pound lemak.Yogurt bukan saja membantu menghilangkan lemak perut sehingga menurunkan berat badan tapi juga yogurt jmenjaga berat otot dua kali lipat lebih efektif.

Dalam penelitian Zemel sebelumnya juga menujukan kalsium terutama yang berasal dari kalsium produk susu dapat memperlambat proses terjadinya lemak tubuh sehingga disarankan bagi mereka yang tengah menjalankan program diet untuk mengkonsumsi tiga kali produk susu rendah lemak atau bebas lemak setiap hari.

Membantu pencernaan
Bakteri baik dalam yogurt meningkatkan gerak peristaltik sistem pencernaan dengan merangsang produksi mucins yang memisahkan nutrisi untuk perbaikan jaringan. Bakteri di usus membantu produksi vitamin B untuk meningkatkan efisiensi sistem saraf.

Probiotik dalam yogurt juga memperbaiki keseimbangan flora ramah di daerah urogenital, mengurangi risiko infeksi kandung kemih atau vagina. Namun probiotik alami mudah rusak oleh faktor-faktor seperti pola makan yang buruk, stres, alkohol, fluktuasi hormon, rokok, operasi dan obat-obatan.

Jika si kecil atau anda selalu diare setiap kali minum susu, bisa jadi ia menderita lactoce intolerence. Penyebabnya adalah defisiensi/kekurangan enzim pencerna laktosa. Sehingga setiap kali minum susu, butiran laktosanya akan tertinggal di permukaan lubang usus halus dan menyerap air dari sekitarnya yang kemudian memunculkan diare. Dalam yoghurt, laktosa susunya sudah dipecah oleh bakteri “baik” Lactobacillus bulgaricus melalui proses fermentasi, hingga mudah diserap tubuh. Itulah mengapa yoghurt amat disarankan sebagai pengganti susu bagi orang / anak yang tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Dengan minum yoghurt, anda dan si kecil tidak akan diare lagi.
Jika sejak dini si kecil sudah dibiasakan mengonsumsi yoghurt sehari sekali sebanyak 200 cc, maka keseimbangan saluran cernanya akan terjaga. Dampak menguntungkannya, kuman-kuman penyebab berbagai penyakit seperti tipus dan muntaber tidak akan bisa tumbuh.
Menurut beberapa ahli, yoghurt sebagai makanan variasi mulai bisa dikonsumsi bayi selepas ASI eksklusif, yakni sekitar usia 6 bulan. Tentu saja yoghurt buat bayi bukan sembarang yoghurt, lo. Melainkan yoghurt yang mengandung Bifidobacterium sp. yang menghasilkan asam laktat tipe L (+). Sedangkan asam laktat tipe D (-) yang mengalami metabolisme lebih lambat tidak cocok bagi bayi. Setelah usia setahun barulah anak dapat mengonsumsi semua jenis yoghurt dan menikmati manfaatnya sebagai sumber protein, kalsium, dan fosfor tinggi.

Menghilangkan napas tak sedap
Bau badan dan bau mulut umumnya disebabkan bakteri buruk di gigi, gusi tidak sehat, pencernaan yang buruk, dan bakteri helicobacter pylori penyebab maag. Tidak seimbangnya bakteri patogen dengan bakteri baik membuat tubuh mengeluarkan bau tidak sedap.

Untuk mengurangi aroma tak sedap, asup suplemen probiotik atau probiotik hidup secara teratur. Selain menjaga kebersihan rongga mulut, asupan probiotik secara rutin membantu mengurangi risiko kerusakan gigi, infeksi jaringan mulut, dan usus.

Mengatasi sembelit
Kesulitan membuang air besar bisa mengindikasikan keseimbangan bakteri usus terganggu, karena jumlah bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik. Makan serat dalam jumlah cukup seperti buah-buahan, sereal, biji dan kacang-kacangan, air putih membuat usus lebih mudah mendorong kotoran keluar.

Suplemen probiotik seperti yogurt setiap hari selama satu bulan membantu mengatasi sembelit. Agar usus bekerja dengan baik, ulangi program diet sarapan dengan yogurt selama sebulan tiap beberapa bulan.

Mengobati alergi
Orang dengan alergi seperti asma, eksim dan alergi udara memiliki tingkat bakteri baik yang lebih rendah di usus. Solusinya, minum probitik susu fermentasi untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Suplemen atau asupan probiotik selama 12-16 minggu mengurangi gejala alergi.

Mencegah pilek dan flu
Studi menunjukkan orang yang rutin mengonsumsi probiotik seperti yogurt lebih jarang terkena flu dan infeksi, dibandingkan orang yang jarang mengomsumsinya. Probiotik adalah sistem kekebalan tubuh yang meningkatkan resistensi terhadap infeksi dengan memproduksi antibiotik.

Selama musim dingin atau musim hujan, dianjurkan mengasup lebih banyak probiotik hidup. Rutin mengonsumsi probiotik selama tiga bulan mampu mengurangi gejala penyakit akibat musim dingin. Nikmati ragam yogurt yang tersaji dalam beberapa bentuk seperti yogurt cair, kental, bubuk hingga kapsul.

Degradasi kolesterol
Penelitian pada beberapa orang yang mengonsumsi yoghurt secara teratur dalam jumlah dan waktu tertentu ternyata menunjukkan jumlah kolesterol dalam serum darahnya menurun. Mekanisme penurunan kolesterol ini bisa terjadi karena bakteri asam laktat yang ada dalam yoghurt dapat mendegradasi kolesterol menjadi coprostanol. Coprostanol ini merupakan zat yang tak dapat diserap oleh usus. Berkat yoghurt, coprostanol dan sisa kolesterol dikeluarkan bersama-sama tinja. Sebuah laporan mengenai hal ini memaparkan bahwa penurunan kolesterol oleh bakteri Lactobacillus dapat mencapai kisaran 27-38 persen.

Menghambat patogen
Flora usus pengonsumsi yoghurt terbukti sulit ditumbuhi kuman-kuman patogen atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan terhambatnya pertumbuhan sekaligus matinya mikrobia patogen dalam lambung dan usus halus bisa menghindari munculnya berbagai penyakit akibat infeksi atau intoksikasi mikrobia. Dengan kata lain, mengonsumsi yoghurt secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Menetralisir antibiotik
Mengonsumsi antibiotik memang berfungsi mematikan kuman, namun ia tidak pandang bulu mana kuman yang perlu dibunuh dan mana yang sebetulnya tidak perlu dimusnahkan. Bukankah sebenarnya ada kuman yang harus berada di saluran cerna guna menjaga keseimbangan flora usus? Nah, yoghurt dapat menetralisir efek samping antibiotik ini.

Antikanker saluran cerna

Bakteri-bakteri yang berperan dalam yoghurt dapat mengubah zat-zat prekarsinogenik (zat-zat pemicu kanker) yang ada dalam saluran pencernaan, hingga mampu menghambat terjadinya kanker

Mencegah jantung koroner
bakteri “baik” yakni, Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus yang terdapat dalam yoghurt, akan menghasilkan asam folat dan vitamin B kompleks, kedua vitamin ini berguna mencegah munculnya penyakit jantung koroner.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s